Terlalu Semangat

Jumat, 13 Oktober 2017. Berbekal semangat yang menggebu sejak pulang dari sekolah, sejak sore udah enggak mau pergi kemana-mana nih karena ngerasa nanti sore mau datang ke salah satu acara yang diadakan bada' Isya dan berharapnya enggak males buat berangkat ke acara yang lain yang bada' Maghrib. Jam 18.00 udah mulai siap-siap nih, udah mulai makan, udah gosok gigi, ganti baju, dan lain-lainnya. Jam 18.45 udah berangkat, bahkan barang buat Syifa pun dikirim pakai Go-send karena takut ketinggalan acara ini. Rasanya rugi beberapa kali datang acara, tapi enggak bisa mendengar dari bagian yang paling awal banget. Ilmu rasanya dibuang sia-sia cuma karena malasnya aku yang bikin terlambat. Enggak mau bangetlah keulang lagi pokoknya.

Cus cus cus... Di jalan udah senyam-senyum super semangat deh pokoknya mau mendapat ilmu baru. Alhamdulillah tempatnya pun mudah ditemukan (termasuk tanya sama satpam sih hehe). Menunggu dengan super lucu di depan gerbang rumah pak dokter sekitar 10 menitan karena bingung, why oh why, ini sepi banget. Tikarnya ada di depan rumah, tapi sama sekali enggak ada orang dan pintu rumah masih tutupan. Balik lagi nih karena super semangat, setelah bermenit-menit menunggu itu, masuklah dan ketok pintu biar sopan gitu kulo nuwun dulu. Waktu mau lepas sepatu n ketok pintu ngerasa ada yang aneh, sambil deh buka broadcastnya, sadarlah bahwa ternyata undangannya "Terbuka untuk Umum (Khusus Ikhwan)". Iyes, Ikhwan. Untungnya yang didalam rumah belum buka pintu masih anaknya (kayaknya) teriak ke mamanya kalau ada tamu. Langsung aku kabur ke motor lagi terus cus kabur.

Pertama kalinya datang ke acara paling pertama, pertama kalinya berangkat dengan penuh persiapan (bahkan udah makan, biasanya mah ntar-ntar), eh kecelik undangan. Leadita ga teliti ah bacanya :))


Tapi sebenarnya kenapa aku nulis ini? DIsini aku ingin bersyukur. Hari ini aku bersyukur banget walaupun akhirnya enggak jadi ikut acara. Aku berangkat dengan semangat penuh, datang juga dengan hati yang sangat enteng, dan yang paling aku suka adalah rasa haus akan ilmu. Ilmu yang akan membawa aku untuk menjadi hamba yang lebih patuh. Sepanjang perjalanan pun aku ngerasa takut dan khawatir akan pujian yg aku terima, disitu aku jadi berpikir n usaha untuk lebih mawas diri sama apa yang sedang aku lakukan. Sepanjang pulang pun aku tetap bahagia karena pasti ada alasannya kenapa aku enggak ikutan yang tema ini, salah satunya ya diingatkan untuk lebih detail dalam membaca undangan dan sebagainya. Kebiasaan yang perlu diubah banget. Banyak yang diingatkan dari pulang pergi 40 menit tadi. Terima kasih atas pengingatnya, Ya Allah :)

Komentar